TERDIAM SENDIRI

Angin bertiup seakan tidak peduli menusuk kulit tipis yang telah beku rintik hujan menari terbawa angin jatuh ke atas rumput basah   Aku disini duduk tertegun pepohonan yang asik berbisik bisik melengkapi suara keheningan malam bulan pun hanya dapat tersenyum Dalam keheningan banyak yang telah aku selami banyak kata telah terucap antara aku dan aku Akupun berdiri dan melangkah melangkah kembali ke duniaku yang ramai dan menyesakkan dimana hanya mereka yang bersuara Tidak jauh beda dengan kesendirian karena aku tetap tidak dapat bersuara hanya suara mereka yang terdengar sampai suaraku sendiripun tak bisa aku dengar. SENDIRI by Pober Iklan

Read More →

Goresan ini

  Senyummu menggores wajahku Goresan senyuman yang bergetar Tawamu menggores hatiku Goresan yang berbekas lembut   Berbicara dengan mu Menumbuhkan bunga musim semi Melihatmu dari dekat Ingin  aku mau memetik bunga itu   Tapi tenyata kau jauh Jauh dari jangauan tanganku Kau begitu tertutup Kau begitu penyendiri   Saat kau tak tampak Muncul kata tanya berlimpah Mengapa Bagaimana Apakah Goresan ini terasa sakit     by. Pober (23/2/2011) inspirasi dari kesendirian saat mengiatnya

Read More →

Pria Perkasa dan Tanahnya

  Lagi – lagi pagi datang mengawali hari Mentari bersinar kemerahan penuh kehangatan Tapi sebelum itu pria tua itu telah berdiri Menatap bukit dimana mentari akan terbit   Pria tua itu kurus dan bungkuk Tubuhnya mengisyaratkan dia tidak berdaya Tapi coba kau tatap matanya Mata yang penuh api semangat perjuangan   Perjuangan yang terasa mustahil di mata kita Mutlak menggerakkan hati kita Bahkan menyayat hati kita Tapi itupun bila kau memang punya hati ?   Dia berjalan perlahan ke puncak bukit Walau perlahan tapi penuh keyakinan, teman.. Menggenggam kuat senjata di pundaknya Senjata untuk melawan kekejian kehidupan   Setelah sampai di punca bukit perjuangannya Terlihat lahan yang luas dan basah Tanah yang mengandung air pengharapan dan kehidupan Tempat dia menggali dan menumbuhkan butir emas   Emas yang memberi dia sesuap nasi Tapi memberi kita tenaga dan nafas kehidupan Kehidupan yangsering membuat kita lupa Lupa akan orang yang memperjuangkan hidup kita   Pria perkasa yang tidak butuh belas kasihmu Tidak juga butuh omong kosongmu Apalagi agar kau mencangkul untuknya Pikirkanlah apa yang dia butuhkan, Teman… Dia berharap kaubisa ingat ada yang berjuang untukmu, walau sebenarnya dia juga butuh untuk diperjuangkan.   by. Pober (21/2/2011) inspirasi diperoleh saat kuliah statistika saat aku sulit mendengar dan bicara tapi sangat ingin menulis haha

Read More →

Saat Bersamamu

Saat pertama aku berjumpa dengan mu Sekilas kau tampak cantik lalu hilang dari pikiranku Seiring waktu berlalu kau tetap terlihat cantik Dan tetap saja berlalu begitu saja   Saat mulai ada waktu kita bersama Aku melihat setiap tingkah mu Kadang aku bicara padamu Aku mulai merasa kita semakin dekat   Seiring waktu yang berlalu Kita semakin sering bersama Aku mulai senang melihat mu Dan mulai banyak goresan senyum di wajahku   Saat kita bersama aku sering terdiam Melihat kau begitu ceria Melihat kau betingkah lucu Dan aku turut tersenyum dalam hati   Kamu terlihat semakin cantik Dan tak lagi berlalu begitu saja dari pikiranku Apalagi saat kau tersenyum atau tertawa Tak tahu kenapa kau terlihat begitu indah   Tapi saat kau terlihat terdiam Apalagi ditambah raut sedih dan murung Aku mulai turut merasa sedih dan kecewa Karena aku tak dapat lagi melihat keceriaan itu.   Aku berharap seiring waktu yang berlalu Dan seberapa besarpun kesedihan Dan kekecewaan yang kamu rasakan Tetaplah mencoba untuk tersenyum   Tak perlu takut atau terdiam saja Apalagi sampai menangis Aku masih ada disekitarmu Dan  semua teman lainnya   Kami akan selalu ada untukmu Asal kamu membuka diri Dan mau berbagi cerita atas masalah mu Karena kami teman baikmu   Selamat ulang tahun ya Semoga kamu semakin dewasa Dan aku berharap kau semakin sering tersenyum Semoga ultahmu kali ini berkesan ya ^-^ by. Pober (2010)

Read More →

Hari hampa

aku terbangun tanpa semangat melangkah ke luar kamar melangkah ke luar rumah tidak ada yg ingin dilihat karena memang tidak ada hanya dinding pucat dan kaku lantai yang dingin tanpa alas aku duduk dan ikut terhipnotis kemudian aku lihat jam berada di atas kepalaku dan terus berdetik tik tok tik tok tik tok lalu melangkah ke depan jendela berdebu Langit sudah memerah dan mulai menjadi hitam tapi aku tadi baru saja bangun tapi kini sudah harus menutup mata lg by. Pober

Read More →