TERDIAM SENDIRI

Angin bertiup seakan tidak peduli

menusuk kulit tipis yang telah beku

rintik hujan menari terbawa angin

jatuh ke atas rumput basah

Β 

Aku disini duduk tertegun

pepohonan yang asik berbisik bisik

melengkapi suara keheningan malam

bulan pun hanya dapat tersenyum

Dalam keheningan

banyak yang telah aku selami

banyak kata telah terucap

antara aku dan aku

Akupun berdiri dan melangkah

melangkah kembali ke duniaku

yang ramai dan menyesakkan

dimana hanya mereka yang bersuara

Tidak jauh beda dengan kesendirian

karena aku tetap tidak dapat bersuara

hanya suara mereka yang terdengar

sampai suaraku sendiripun tak bisa aku dengar.

SENDIRI by Pober

Iklan

Kategori: puisi

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s