Pencuri ikan di Indonesia menjual ikannya ke Indonesia ?_?

Pemerintah mengakui ikan-ikan impor yang masuk ternyata berasal dari laut Indonesia sendiri. Ikan impor ini dicuri oleh kapal asing di kawasan perbatasan pada malam hari. Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (23/3/2011)(http://www.detikfinance.com/read/2011/03/23/120452/1599391/4/pemerintah-akui-ikan-impor–dicuri–dari-laut-ri)

Pencurian ikan di perairan Indonesia terutama di daerah perbatasan memang sudah tidak mengejutkan kita lagi, dan sudah cukup menguras emosi kita. Ditambah lagi statement Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad bahwaikan impor yang masuk ke Indonesia ternyata berasal dari laut kita sendiri. Mengetahui hal ini kita menjadi semakin prihatin sekaligus malu,  karena kebanggaan kita pada tanah air kita. Apa kita hanya sekedar banyak bicara bahwa “aku bangga Indonesia, aku cinta Indonesia” apakah kita tidak bisa melakukan tindakan nyata untuk membuktikannya atau memang kita tidak berdaya.

Pencurian ikan di Indonesia yang dilakukan oleh pencuri itu terlihat sangat leluasa sekaligus membuat kita jadi terlihat semakin tidak berdaya. Memang kita akui sekarang Indonesia belum memiliki armada angkatan laut yang memadai dan peraturan yang terasa kurang bertaring. Para pencuri itu seperti tertawa dan sudah mencapkita bahwa kita lemah dan tidak berdaya, sehingga mereka merasa tanah air kita kolam emas mereka. Melihat itu semua jadi teringat masa kita dijajah dulu, dan memang sekarang kita sudah dijajah lagi.

Pencuri itu memakai kapal besar 500 gross ton dengan peralatan moderen, dan memakai satelit berteknologi canggih serta jaring yang besar. Dengan satelit berteknologi canggih itu, mereka bisa mendeteksi di mana terletak kawasan laut yang dipenuhi oleh banyak ikan dan mungkin dimana kapal pengawas berada.  Selain itu, dengan kapal yag besar dan peralatan yang moderen, sehingga kapasitas ikan yang ditampung/dicurinya banyak. Kapal pencuri itu besar dan moderen sehingga mungkin cukup 1/2 kecepatan untuk lari bila berhadapan dengan kapal pengawas Indonesia sekarang. Sudah mencuri ternyata mereka juga perusak, merusak terumbu karang kita dengan jaring – jaring mereka yang besar.

Memang sangat tragis mendengar fakta tersebut. Apalagi, ikan-ikan impor yang masuk ke Indonesia dijual murah Rp 4.000-5.000,sementara ikan dari nelayan lokal bisa mencapai Rp 14.000-15.000. Ini jadi terlihat seperti penghinaan tapi anehnya impor ke Indonesia justru semakin menjadi-jadi. Indonesia akan terus merasa terhina dengan mengimpor ikan dari luar selama kita belum mencintai produk ikan hasil keringat nelayan kita. Jangan sekedar ingin ikan yang murah, walau memang kita akui kualitasnya masih lebih baik dari ikan olahan kita. Justru itu seharusnya yang di tingkatkan dalam perikanan Indonesia jangan hanya kuantitas tapi juga kualitas yaitu melalui penanganan hasil perikanan yang baik. Tapi sekarang terlihat kita masih terus dipusingkan dengan bagaimana meningkatkan produksi / kuantitas perikanan di Indonesia, Sedangkan kualitasnya seperti dikesampingkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s