Tag Archives: pengertian

Pengertian Informasi Elektronik, Transaksi, Teknologi Informasi, Dokumen, Sistem, Kontrak, Jaringan Sistem Elektronik, Sertifikat Elektronik dll menurut UU ITE

 

Gambar UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016

  • Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau
    sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

 

  • Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

 

  • Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.

Continue reading

Pengertian Silvofishery / Wanamina, Perlindungan dan Pengelolaan Mangrove untuk Hasil Perikanan

Silvofishery (perlindungan tanaman mangrove)


Pengertian dan Definisi dari Silvofishery atau Wanamina adalah
suatu pola agroforestri yang digunakan dalam pelaksanaan program perhutanan sosial di kawasan hutan mangrove. Petani dapat memelihara ikan dan udang atau jenis komersial lainnya untuk menambah penghasilan, di samping itu ada kewajiban untuk memelihara hutan Mangrove. Jadi prinsip silvofishery adalah perlindungan tanaman mangrove dengan memberikan hasil dari sektor perikanan. Sistem ini mampu menambah pendapatan masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan mangrove. Silvofishery yang telah dikembangkan selama ini menggunakan jenis Rhyzophora sp. Continue reading

Contoh Simbiosis Pada Ikan dan Gambarnya – Mutualisme, Komensalisme, Parasitisme

 

Pengertian Hubungan Simbiosis adalah keterkaitan yang terjalin di antara spesies-spesies yang secara bersama mengembangkan cara hidup saling melindungi, memberi makan, atau membersihkan pasangannya.  Contohnya hiu berpasangan dengan ikan-ikan, ikan dengan udang, dan udang dengan ketimun laut (sea cucumber) dan masih banyak lagi. Inilah contoh hubungan simbiosis yang radikal dari kedalaman samudera di dunia.

Adapun hubungan simbiosis tersebut dikategorikan menjadi tiga kelompok besar sebagai berikut: Continue reading

Pengertian Zooplankton / Plankton Hewani adalah, Faktor Perkembangan / Kelimpahan Zooplankton

Zooplankton (Plankton Hewani)

Zooplankton atau plankton hewani adalah suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai hewan. Zooplankton adalah termasuk golongan hewan perenang aktif, yang dapat mengadakan migrasi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri ( Hutabarat dan Evans, 1986).

Zooplankton adalah kelompok binatang yang mengapung bebas di  atas  perairan,  merupakan  biota  yang  bersifat  heterotrof,  artinya  dia  tidak  dapat  memproduksi makanannya  sendiri.  Oleh  sebab  itu,  zooplankton  sangat  tergantung  pada  bahan  organik  hasil fotosintesis  fitoplankton.  Pada  ekosistem  perairan,  zooplankton  memiliki  peran yang  signifikan  sebagai  penghubung  antara  konsumen  dan  produsen.  Meski  ada  kelompok  zooplankton  yang bersifat  karnivora,  sebagian  besar  zooplankton  merupakan  pemangsa  herbivora  yang  langsung mengonsumsi  fitoplankton. Sedangkan  selain  sebagai  pemangsa,  zooplankton  juga  berperan sebagai mangsa bagi biota karnivora untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Gambar Plankton Zooplankton (wikimedia)

Gambar Plankton Zooplankton (wikimedia)

Zooplankton (dari zoon Yunani, atau hewan), protozoa atau metazoans kecil (misalnya krustasea dan hewan lainnya) yang memakan plankton lain dan telonemia. Beberapa telur dan larva hewan lebih besar, seperti ikan, krustasea, dan Annelida, termasuk di sini.

Zooplankton adalah biota yang sangat penting peranannya dalam rantai makanan dilautan. Mereka menjadi kunci utama dalam transfer energi dari produsen utama ke konsumen pada tingkatan pertama dalam tropik ecologi, seperti ikan laut, mamalia laut, penyu dan hewan terbesar dilaut seperti halnya paus pemakan zooplankton ( Notji, 2002).

Zooplankton merupakan produsen sekunder sehingga penting dalam jaring-jaring makanan di suatu perairan. Zooplankton memangsa fitoplankton dimana fitoplankton itu sendiri memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis (Kaswadji et al., 1993).

Pada proses selanjutnya zooplankton merupakan makanan alami bagi larva ikan dan mampu mengantarkan energi ke jenjang tropik yang lebih tinggi. Dalam hubungan dengan rantai makanan zooplankton berperan sebagai penghubung produsen primer dengan tingkat pakan yang lebih tinggi, sehinnga kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan peraiaran (Arinardi et. al., 1994).

Gambar amoeba Pengertian Plankton, Pembagian atau Pengelompokan, Fitoplankton, Zooplankton, Siklus Hidup, Ukuran, Habitat

Gambar Plankton Amoeba

Dari berbagai jenis zooplankton hanya ada satu golongan saja yang sangat penting menurut sudut ekologis yaitu subklas Copepoda (klas Crustacea, filum Arthropoda). Hewan- hewan kecil ini sangat penting artinya bagi ekonomi ekosistem- ekosistem bahari karena merupakan herbivora primer dalam laut ( Nybakken, 1992).

Menurut Nybakken (1992), zooplankton melakukan migrasi vertikal harian dimana zooplankton bergerak ke arah dasar pada siang hari dan ke permukaan pada malam hari. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan  yaitu fitoplankton. Gerakan pada malam hari lebih banyak dilakukan karena adanya variasi makanan yaitu fitoplankton lebih banyak, selain itu dimungkinkan karena zooplankton menghindari sinar matahari langsung (Nontji, 1993).

Continue reading

Pengertian Fitoplankton / Plankton Nabati adalah, Faktor yang Mempengaruhi Fitoplankton

 

Pengertian Fitoplankton (plankton nabati)

Fitoplankton adalah plankton yang bergantung pada fotosintesis untuk suplai energi. Ini termasuk alga dan bakteri seperti ganggang biru- hijau . Fitoplankton adalah penghasil oksigen terbesar di bumi.

Fitoplankton adalah (dari phyton Yunani, atau tumbuhan), autotrophic, prokariotik atau eukariotik alga yang hidup dekat permukaan air di mana ada cahaya yang cukup untuk dukungan fotosintesis. Di antara kelompok-kelompok lebih penting adalah diatom, cyanobacteria, dinoflagellates dan coccolithophores (Sunarto. 2010).

Fitoplankton menurut Davis (1951) adalah mikroorganisme  nabati yang hidup melayang-layang di dalam air, relatif tidak mempunyai daya gerak sehingga keberadaanya dipengaruhi oleh gerakan air serta mampu berfotosintesis (Samawi, 2002).

Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah tumbuhan yang hidupnya mengapung atau melayang dilaut. Ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Umumnya fitoplankton berukuran 2 – 200µm (1 µm = 0,001mm). fitoplankton umumnya berupa individu bersel tunggal, tetapi juga ada yang berbentuk rantai. Fitoplankton merupakan organisme autotroph utama dalam kehidupan di laut. Melalui proses fotosisntesis yang dilakukannya, fitoplankton mampu menjadi sumber energi bagi seluruh biota laut lewat mekanisme rantai makanan. Walaupun memiliki ukuran yang kecil namun memiliki jumlah yang tinggi sehingga mampu menjadi pondasi dalam piramida makanan di laut ( Sunarto, 2010).

Kelompok penting alga di fitoplankton adalah diatom dan dinoflagellata .

Gambar Plankton Fitoplankton (wikipedia)

Gambar Plankton Fitoplankton (wikipedia)

Karena kemampuannya yang dapat membuat makanan sendiri fitoplanton mempunyai kedudukan yang sebagai produsen primer. Tanpa fitoplankton diperkirakan laut yang sangat luas tidak akan dihuni oleh beberapa jenis biota yang mampu hidup dari rantai kehidupan lainnya (Notji, 2002). Fitoplankton bertanggung jawab untuk produksi primer makanan di dunia, yang hampir 200 miliar kilokalori per tahun. Dari produksi utama Bumi, fitoplankton menyumbang lebih dari 50%. Fitoplankton tidak bisa berenang melawan arus air, mereka bukan perenang aktif dan oleh karena itu, zooplankton dan nekton mudah memangsa mereka.

Fitoplankton memegang peranan yang sangat penting dalam suatu perairan, Fungsi ekologinya sebagai produsen primer dan awal mata rantai dalam jaring makanan menyebabkan fitoplankton sering dijadikan skala ukuran kesuburan suatu perairan (Handayani, 2005).

Namun fitoplankton tertentu mempunyai peran menurunkan kualitas perairan laut apabila jumlahnya berlebihan. Contoh kelas Dinoflgellata tubuhnya memiliki kromatopora yang menghasilkan toksik (racun), dalam keadaan blooming dapat mematikan ikan(Davis, 1951).

Selain sebagai fotoautotrof, yang melakukan fotosintesis untuk memperoleh energi (menggunakan sinar matahari, karbon dioksida, dan air), ada juga kemoautotrok. Kemoautotrof tidak menggunakan energi matahari sebagai sumber energi mereka, melainkan energi dengan oksidasi molekul penyumbang elektron di lingkungan mereka. Mereka melakukannya dengan mensintesis semua senyawa organik yang diperlukan dari karbon dioksida, dan bukan dari sumber karbon organik. Contohnya termasuk bakteri yang memperoleh energi dari oksidasi senyawa anorganik seperti hidrogen sulfida, amonium dan besi. Organisme yang membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon, bahkan jika mereka menggunakan cahaya atau senyawa anorganik sebagai sumber energi, tidak didefinisikan sebagai autotrofik, melainkan sebagai heterotrofik.

Selain sinar matahari (atau sumber energi anorganik dalam kasus kemoautotrof) dan sumber karbon anorganik, fitoplankton juga krusial tergantung pada mineral. Ini adalah terutama makronutrien seperti nitrat, fosfat, atau asam silikat, yang ketersediaan diatur oleh keseimbangan antara apa yang disebut pompa biologis dan luapan dari dalam, perairan yang kaya nutrisi. Namun, di daerah besar seperti Samudra Selatan, fitoplankton juga dibatasi oleh kurangnya mikronutrien zat besi. Hal ini telah menyebabkan beberapa ilmuwan menganjurkan pemupukan besi sebagai alat untuk melawan akumulasi karbon dioksida dari manusia yang menghasilkan (CO2) di atmosfer (Richtel 2007).

Percobaan dalam skala besar telah menambahkan zat besi (biasanya sebagai garam seperti besi sulfat) ke lautan untuk meningkatkan pertumbuhan fitoplankton dan menarik CO2 dari atmosfer ke laut. Namun, kontroversi tentang memanipulasi ekosistem dan efektivitas pemupukan besi telah memperlambat percobaan tersebut (Monastersky 1995).

 

Fitoplankton dapat dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan komposisi kloroplas :

  • fitoplankton dengan klorofil ( ganggang hijau )
  • fitoplankton dengan karotenoid (ganggang coklat )
  • fitoplankton dengan phycobilins (ganggang biru )

Ada banyak spesies fitoplankton. Mereka masing-masing mengetahui kondisi optimal spesifik mereka.

Gambar Kebijakan Perikanan Indonesia

Faktor lingkungan yang Berpengaruh terhadap fitoplankton  adalah:

  • Pengaruh Suhu terhadap Fitoplankton

Suhu air dapat mempengaruhi sifat fisika kimia perairan maupun biologi, antara lain kenaikan suhu dapat menurunkan kandungan oksigen serta menaikkan daya toksit yang ada dalam suatu perairan. Suhu air mempengaruhi kandungan oksigen terlarut dalam air, semakin tinggi suhu maka semakin kurang kandungan oksigen terlarut. Perkembangan plankton optimal terjadi dalam kisaran suhu antara 25oc – 30oc (Mujib, 2010).

  • Pengaruh Fosfat dan Nitrat terhadap Fitoplankton

Unsur N dan P sering dijadikan sebagai faktor pembatas di dalam suatu perairan karena kedua unsur ini dibutuhkan oleh fitoplankton dalam jumlah yang besar, namun bila kedua unsur tersebut ketersediannya di habitat bersangkutan di bawah kebutuhan minimum, akibatnya pertumbuhan fitoplankton akan terganggu atau populasinya akan menurun. (Basmi, 1995 dalam Daniel, 2007).

Jumlah bentuk total P dan total N di perairan adalah dugaan potensial untuk kesuburan suatu perairan. (Moss, 1998).

Zat hara merupakan zat-zat yang diperlukan dan mempunyai pengaruh terhadap proses dan perkembangan hidup organisme seperti fitoplankton, terutama zat hara nitrat dan fosfat. Kedua zat hara ini berperan penting terhadap sel jaringan jasad hidup organism serta dalam proses fotosintesis.

Menurut Basmi (1995) fitoplankton membutuhkan unsur N dan P dalam pembuatan lemak dan protein tubuh unsur N dan P sering menjadi faktor pembatas dalam produktifitas primer fitoplankton. Unsur tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh fitoplankton secara langsung jika berbentuk nitrat dan orthopospat. Rasio N dan P yang dipakai oleh tumbuhan hijau antara yang di dalam air laut maupun dalam tumbuhan adalah sama yaitu 16 N : 1 P.

Tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton di suatu perairan tergantung pada kandungan zat hara di perairan antara lain nitrat dan fosfat (Nybakken, 1998).

  • Pengaruh oksigen terlarut terhadap Fitoplankton

Oksigen terlarut diperlukan oleh tumbuhan air, plankton dan fauna air untuk bernapas serta diperlukan oleh bakteri untuk dekomposisi. Dengan adanya proses dekomposisi yang dilakukan oleh bakteri menyebabkan keadaan unsur hara tetap tersedia di perairan. Hal ini snagat menunjang pertumbuhan air, plankton dan perifiton (Mujib, 2010).

  • Pengaruh Kandungan Karbondioksida (CO2) terhadap Fitoplankton

Karbondioksida memegang peranan yang penting sekali sebagai unsur makanan untuk semua tumbuhan-tumbuhan hijau yang mampu berasimilasi, baik tumbuh-tumbuhan renik yang merupakan phytoplankton dalam air maupuntumbuh-tumbuhan tingkat tinggi.

  • Pengaruh Aliran air terhadap Fitoplankton

Arus berpengaruh besar terhadap distribusi organisme perairan dan juga meningkatkan terjadinya difusi oksigen dalam perairan. Arus juga membantu penyebab plankton dari satu tempat ke tempat lainnya dan membantu menyuplai bahan makanan yang dibutuhkan plankton (Mujib, 2010).

  • Pengaruh Derajat keasaman (ph) terhadap Fitoplankton

Derajat keasaman (ph) berpengaruh sangat besar terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan air sehingga sering digunakan sebagai petunjuk untuk menyatakan baik atau tidaknya kondisi air sebagai media hidup. Apabila derajat keasaman tinggi apakah itu asam atau basa menyebabkan proses fisiologis pada plankton terganggu (Mujib, 2010).

  • Pengaruh Cahaya terhadap Fitoplankton

Bagi hewan laut, cahaya mempunyai pengaruh terbesar secara tidak langsung, yakni sebagai sumber energi untuk proses fotosintesis tumbuh-tumbuhan yang menjadi tumpuan hidup mereka karena menjadi sumber makanan. Cahaya juga merupakan faktor penting dalam hubungannya dengan perpindahan populasi hewan laut. Laju pertumbuhan fitoplankton sangat tergantung pada ketersediaan cahaya di dalam perairan. Hubungan antara cahaya dan perpindahan hewan laut ini banyak dipelajari, terutama pada plankton hewan (Romimohtarto dan Juwana, 1999).

Menurut Heyman dan Lundgren (1988), laju pertumbuhan maksimum fitoplankton akan mengalami penurunan bila perairan berada pada kondisi ketersediaan cahaya yang rendah.

  • Pengaruh Salinitas terhadap Fitoplankton

Salinitas berperanan penting dalam kehidupan organisme, misalnya distribusi biota akuatik. Menyatakan bahwa pada daerah pesisir pantai merupakan perairan dinamis, yang menyebabkan variasi salinitas tidak begitu besar. Organisme yang hidup cenderung mempunyai toleransi terhadap perubahan salinitas sampai dengan 15 ‰ (Nybakken 1992).

 

Bila ada yang menggunakan isi tulisan ini, jangan lupa cantumkan sumber, dan silahkan copy sebagian yang dikutip lalu masukkan di kolom komentar dibawah ya.

Bila ada pertanyaan, tambahan penjelasan atau ada kekurangan bisa komentar di bawah untuk menyempurnakan artikel ini, lebih baik jika disertakan sumber referensinya. Makasih

thanks2