Tag Archives: nelayan

Sejarah Singkat Kebijakan Perikanan Indonesia dari Masa ke Masa, TZMKO, Deklarasi Djuanda, Eksploitasi Sumber Daya Perikanan Indonesia.

Kebijakan pertama yang menyangkut perikanan yang sempat diterapkan di Indonesia yaitu pembagian wilayah perairan Indonesia yang berdasarkan  TZMKO dan berlansung sampai tahun 1957. Dimana dalam kebijakan TZMKO tersebut dinyatakan lebar laut Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis pantai pulau Indonesia.

Namun demi kepentingan nasional Indonesia maka produk kebijakan dan hukum peninggalan Belanda ini pun diganti. Karena jika hal itu diberlakukan maka akan terjadi perpecahan atau krisis kedaulatan dikarenakan banyaknya pulau di Indonesia dengan jarak antar garis pantai beragam dan menjadi pusat jalur perdagangan dunia.

Maka dalam Deklarasi Djuanda yang berintikan apa yang disebut dengan Konsepsi Nusantara, dan kemudian melahirkan UU No.4 prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

 

Sejak “Deklarasi Djuanda” atau Pengumuman Pemerintah mengenai Konsepsi Nusantara itu, maka ; Continue reading

Analisis Kebijakan untuk Peningkatan Swasembada Garam Nasional

Analisis DPSR Kebijakan Perikanan

Driving Force (D):

  • Produksi nasional dianggap tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri, khususnya kebutuhan garam industri. Seperti akhir Desember 2011 stok garam konsumsi tinggal 306.000 ton, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai musim panen garam tiba karena konsumsi garam tiap bulan rata-rata sekitar 120.000 ton.
  • Perusahaan lebih memilih garam impor daripada garam lokal karena harga garam impor jauh lebih murah meskipun kualitasnya masih di bawah garam lokal.
  • Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) selama Januari-November 2010, Indonesia mengimpor sebanyak 1,8 juta ton garam. Dari jumlah tersebut, impor garam untuk konsumsi 394.210 juta ton. Continue reading

Impor Ikan dan Industri Perikanan Indonesia 2011 – 2018

Impor Ikan dan Industri Perikanan Indonesia 2011 - 2018

Impor Ikan dan Industri Perikanan Indonesia 2011 – 2018

Program industrialisasi perikanan yang dicanangkan pemerintah masih sulit diterapkan. Hal itu karena semangat industrialisasi itu masih mengandalkan impor ikan sebagai jalan pintas untuk memenuhi kekurangan bahan baku. Demikian terungkap dalam “Diskusi Evaluasi 2011 dan Proyeksi 2012: Agenda Kelautan dan Perikanan”, di Jakarta, Rabu (21/12/2011). Continue reading

Ubur-ubur Nomura adalah ubur-ubur Jepang yang sangat besar dan Perusak alat tangkap Perikanan.

Ubur-ubur Nomura adalah ubur-ubur Jepang yang sangat besar. Hal ini dalam ukuran yang sama kelas sebagai ubur-ubur Lionmane, cnidarian terbesar di dunia. Diameter ubur-ubur ini sedikit lebih besar daripada ketinggian rata-rata pria dewasa.


Ukurannya adalah 2 meter (6 kaki 7 inci) dan beratnya mencapai 220 kg (sekitar 450 pon), Nomura’s hidup terutama di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di tengah Laut Kuning dan Laut Cina Timur. Ubur-ubur Nomura’s telah melanda dan menyerang lautan Jepang dari 2005 sampai sekarang. Serangan yang tak sengaja dilakukan oleh makhluk semacam ini telah memotong industri perikanan daerah yang terkena bencana di Jepang serta mengganggu keseimbangan rantai makanan di laut. Continue reading